RPTRA di Kepulauan Seribu Disinergikan dengan Kampung KB

Humas.disdik.dki
JAKARTA, 7 Maret 2017 - Di Kepulauan Seribu pertumbuhan penduduk cukup tinggi dibanding yang diharapkan. Karenanya tahun 2017 ini Pemerintah DKI Jakarta akan membangun 5 Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) yang disinergikan dengan pembentukan Kampung KB.  Kelima RPTRA tersebut akan didirikan di Pulau Panggang, Pulau Kelapa, Pulau Harapan, Pulau Lancang dan Pulau Tidung.  Demikian diungkapkan Sekretaris Kabupaten Kepulauan Seribu, Erick Pahlevi Zakaria Lumbun ketika membuka Pembekalan Komunikasi, Informasi dan Edukasi bagi para kader dan petugas KB di RW, Kelurahan dan Kecamatan se Kabupaten Kepulauan Seribu di Ruang Utama Kantor Bupati Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka, Selasa (7/3).

 

Kegiatan ini diikuti 90 peserta terdiri dari PPKB, kader Bina Keluarga Berencana (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL).  Menurut Sekretaris Kabupaten Kepulauan Seribu  Erick PZ Lumbun yang mewakili Bupati Budi Utomo, pertumbuhan penduduk Kepulauan Seribu masih tinggi. Berdasarkan catatan BPS, selama 5 tahun penduduknya bertambah dari 21.071 jiwa di tahun 2010 menjadi 23.321 jiwa di tahun 2015. Berarti bertambah 2.250 jiwa atau 9% lebih. Bila dipukul rata pertumbuhan itu mencapai 450 jiwa/tahun.  Dalam acara yang diselenggarakan Suku Dinas Pemberdayaan Perkembangan Anak Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) Kabupaten Kepulauan Seribu itu hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Kecamatan sampai Kelurahan.  "Gerakan program  KB terakhir ini kurang bergema. Makanya tingkat Total Fertility Rate (TFL) di Kepulauan Seribu stagnan di angka 2,6. Padahal untuk tingkat provinsi DKI Jakarta angka TFR mencapai  2,3," kata Erick.

Karena itu diharapkan kerja para petugas Kantor KB dan para kader KB lebih bergairah lagi. Juga diminta Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja di sekolah yang ada di SMAN 69 Pulau Panggang dan PIK Remaja di SMK Negeri 61 di Pulau Tidung.  Sementara itu Poltak SH,  Kasudin PPAPP Kabupaten Kepulauan Seribu menjelaskan program KB adalah mewujudkan Keluarga Berkualitas,  menurunkan angka kematian Ibu (AKI) dan Angka kematian Bayi (AKB) serta mencegah  4 T  yaitu Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Rapat, dan Terlalu Banyak dalam membentuk keluarga.  "Penundaan Usia Kawin diharapkan generasi muda seharusnya bersekolah dulu, kuliah, terus kerja punya penghasilan. Setelah usianya cukup baru menikah," ucap Poltak.

Kedua, dengan pengaturan kelahiran memakai alat kontrasepsi ada IUD implant, suntik, pil, kondom, dan metode operasi alat reproduksi.  Ini ada dua yaitu metode operasi pria atau MOP dan metode operasi wanita (MOW).  "Pertama pakailah Implan atau IUD. Kalau sudah mantap , dan anaknya sudah 2,  pakai saja MOP dan MOW," katanya.  Menurut Poltak bagi para akseptor perlu penguatan ekonomi keluarga dalam bentuk UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera). Dengan berkelompok ada gelanggang dagang dan industri keluarga, sehingga Pulau Seribu tidak tertinggal oleh masyarakat di daratan.  Menurut catatan pasangan usia subur (PUS) di Pulau Seribu berjumlah 6,689 dari total penduduk 23.321 data BPS tahun 2016 .  Dari jumlah itu jumlah PUS bukan peserta KB taun 2016 ada 2.334. Untuk itu Kasudin PPAPP akan fokus membenahi pada 2 Item yaitu IAT (Ingin Anak Tunda) dan TIAL (Tidak Ingin Anak Lagi).  Yati Cheriawati peserta dari kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Kepulauan Seribu Utara mengakui, kegiatan Pembekalan KIE ini berguna menambah ilmu baginya dalam menjalankan tugas sebagai Kader PPKB RW. "Kalau bisa diselengharakan sebulan sekali," katanya. (humas.disdik.dki)