SAMBUTAN GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA KE DINAS PENDIDIKAN

19. 03. 18
Dilihat: 1650

Gubernur DKI JakartaSelain kunjungan, pak Gubernur juga ingin berdiskusi tentang pengembangan pendidikan di Jakarta. Acara dimulai dengan paparan Kepala Dinas Pendidikan, pak Ratiyono. Tentang kinerja Dinas Pendidikan. Paparan pak Kadis sangat informatif dan partisipatif. Beliau juga memberikan kesempatan pada Kabid SMP/SMA dan Kepala P2KPTK2 Jakpus, memaparkan aplikasi unggulan Disdik.

Giliran pak Gubernur maju memberikan arahan, tak disangka beliau begitu atraktif. Pak Anies mengambil spidol dan menggambar grafik, di papan tulis kertas yang tersedia.

Mula-mula grafik tentang kesinambungan pendidikan anak di Jakarta. Beliau menyampaikan bahwa, jumlah lulusan setiap jenjang, selalu lebih sedikit yang melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Dari keseluruhan jejang, kurang lebih ada 30 persen anak di Jakarta tidak menamatkan pendidikan sampai dengan jenjang SLTA. Beliau menegaskan ini tidak boleh terjadi. Setiap anak di Jakarta harus mengalami pendidikan tuntas dan berkualitas.

Lebih lanjut beliau menggambar grafik cartesius untuk menjelaskan kedudukan anak di masyarakat. Ada 4 kuadran. Kuadran 1 adalah anak-anak yang sosial ekonominya (sosek) tinggi dan pintar. Kuadran 2 anak yang soseknya tinggi tetapi tidak pintar. Kuadran 4 anak yang soseknya rendah tetapi pintar. Dan kuadran 3 anak yang soseknya rendah dan tidak pintar. Maka menurut beliau, pemerintah harus melakukan intervensi, khususnya pada anak-anak dari kuadran 3 dan 4. Supaya mereka tumbuh menjadi anak yang mampu dan pintar. Hasil dari pendidikanlah yang akan memajukan perekonomian masyarakat dan bangsa.

Oleh sebab itu, beliau mengharapkan ada inovasi perubahan dalam pendidikan. Menurut beliau, kondisinya saat ini, siswa adalah produk abad 21, guru abad 20, sementara sarana pendidikan masih abad 19. Bila tidak ada perubahan, pembelajaran selalu ketinggalan zaman.

Dalam pembelajaran, pak Gubernur menekankan pengembangan pada aspek 4C, tidak semata akademik. 4C itu kreatif, kritis, komunikatif, dan kolaboratif. Disamping itu, sangat perlu kemampuan literatif dan pembangunan karakter pada setiap anak. Anak-anak di Jakarta harus memiliki wawasan pengetahuan dan budaya, serta akhlak yang baik.

Beliau mencontohkan ciri belajar kreatif. Peserta diminta menuliskan: (1) hasil perhitungan 7 x 8, dan (2) sebuah pantun. Jawaban (1) dipastikan tidak berbeda, tetapi hasil ke (2) setiap orang menuliskan jawaban yang berbeda. Tidak ada pantun yang sama. Itulah kreativitas. Itulah yang dibutuhkan dalam era industri 4.0. Yang serba digital dan terkoneksi dengan jaringan data di internet. Istilahnya Big Data.

Selanjutnya juga dijelaskan pentingnya berpikir kritis. Anak yang memiliki kemampuan bepikir kritis, tidak akan mudah dipengaruhi oleh pemikiran ekstrim, seperti ajakan menjadi teroris.

Kemampuan komunikatif siswa bisa dikembangkan melalui kegiatan teater. Aktivitas teatrikal, menurut beliau, mampu mengeksplorasi seluruh kapasitas diri anak. Dari peragaan, gaya bicara, mimik, penghayatan dll. Maka beliau meminta agar sekolah-sekolah dapat mengembangkan kegiatan teater.

Kemampuan kolaboratif, ditumbuhkan melalui penghargaan dan kerjasama dengan orang lain. Kelak anak akan bergaul dengan berbagai bangsa di dunia.

Terakhir pak Gubernur menekankan, bahwa yang ada adalah Dinas Pendidikan, bukan persekolahan. Maka pendidikan pada masyarakat juga harus ditangani dengan baik. Hal ini harus ada kolaborasi dengan berbagai SKPD dan pihak yang terkait, untuk melayani dan menjalankan pendidikan di Jakarta. Beliau menginstruksikan agar dibuat roadmap pendidikan Jakarta secara bersama antar berbagai SKPD.

Tak terasa, kuliah pak Gubernur hampir 2 jam lamanya. Tak ada yang beranjak pergi. Semua memperhatikan. Karena penyampaian yang jelas dan menyenangkan.

Roadmap pendidikan Jakarta sedang disusun, saya berharap para kepala sekolah, guru, dan warga sekolah lainnya, juga memulai membuat roadmap pelayanan pendidikan, tingkat sekolah. Untuk pendidikan Jakarta yang tuntas dan berkualitas. Maju kotanya, bahagia warganya.

[Penulis : Muh. Husein Kasie Kurikulum SMP/SMA]