Rabu, 23 October 2019

header

CALL CENTER
DISDIK PROVINSI DKI JAKARTA

021-39504052

Layanan hari kerja
Hari Senin-Jum'at, 08:00 s.d 16:00 WIB
(Khusus melayani Via Telepon)

Radio Streaming

logoradio

 

 

requstlagu


suaraedukasi

KALENDER PENDIDIKAN

Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
14
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan Chatarina Muliana Girsang sebagai narasumber menjelaskan bahwa salah satu cara evaluasi sistem zonasi ini adalah dengan mengumpulkan petunjuk teknis terkait Peraturan Mendikbud (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru.

“Evaluasi juknis ini, yang dibuat oleh (pemerintah) daerah apakah sudah sesuai dengan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018. Sebelumnya telah kita lakukan uji publik di Surabaya untuk wilayah Jawa Timur,” ujar Chatarina di Yogyakarta (23/11).

Selanjutnya, berdasarkan hasil pemetaan dan kajian Ombudsman Republik Indonesia (ORI), masih banyak daerah yang belum menerapkan permendikbud tersebut secara 100 persen. Padahal menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah daerah dijelaskan bahwa kebijakan pemerintah daerah harus sesuai dengan kementerian teknis.

“Hampir semua (daerah) itu belum mematuhi 100 persen Permendikbud Nomor 14,” ujarnya. “Kepatuhan itu penting karena saat ini sudah ada PP Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan,” lanjutnya.

Dengan adanya PP tersebut, diharapkan dapat diikuti karena di sana juga diatur konsekuensi apabila terjadi pelanggaran. Tidak seperti sebelumnya yang dilakukan pembiaran atas penyimpangan, PP ini terdapat sanksi, mulai dari tertulis hingga pencopotan.

Karena itu permendikbud tentang PPDB ini perlu dipahami secara bersama antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga proses penerimaan peserta didik nanti bisa dilakukan secara optimal.

Seperti diketahui, tahun lalu sistem zonasi telah mulai diimplementasikan dimana penerimaan perserta didik diprioritaskan berdasarkan jarak antara tempat tinggal dengan sekolah. Dengan demikian, diharapkan mereka bisa mendapatkan sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Dengan demikian ke depannya tidak ada lagi sekolah favorit, karena semua sekolah sama. (sumber : https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/11/persiapan-ppdb-2019-kemendikbud-gelar-evaluasi-dan-uji-publik-di-yogyakarta)

Hari ini dalam sejarah

42 SM - Peperangan saudara Romawi: Pertempuran Filipi Kedua - Markus Antonius dan Augustus dengan telak mengalahkan tentara Brutus. Brutus melakukan bunuh diri.

1771 - Pontianak didirikan oleh Syarif Alkadrie di Kalimantan. 1856 - Layanan telekomunikasi pertama di Hindia Belanda mulai beroperasi di Batavia.

1941 - Perang Dunia II: Georgy Zhukov mengambil alih kepemimpinan Pasukan Merah untuk menahan masuknya pasukan Jerman ke Rusia.

1946 - Pertemuan Majelis Umum PBB yang pertama di New York.

1956 - Rakyat Hongaria berdemonstrasi memprotes pengaruh Soviet dan penjajahan terhadap negara mereka.

1973 - Gencatan senjata yang diprakarsai PBB mengakhiri Perang Yom Kippur secara resmi.

2002 - Krisis penyanderaan teater Moskwa: Pemberontak Chechnya merebut sebuah teater di Moskwa dan menyandera 850 orang.

Fasilitas Siswa


kartujakartapintar 
 beasiswajakarta
 logo bos
 bse logo

Link Terkait

bawah