Detail Berita

Blog Image

Puluhan Pelajar SMA Ikuti Seleksi Duta Antihoaks Jakarta 2026, Siap Jadi Agen Literasi Digital

JAKARTA, 29 Juli 2026 — Sebanyak 89 pelajar jenjang SMA dari berbagai sekolah di DKI Jakarta berhasil melangkah ke tahap seleksi dan seminar literasi digital dalam ajang Duta Antihoaks Jakarta 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta ini digelar di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/7/2026).

Para peserta yang lolos tersebut merupakan hasil penyaringan dari total 300 pelajar yang mendaftar. Program ini hadir sebagai langkah strategis dalam membekali peserta didik dengan kecakapan berpikir kritis serta kemampuan verifikasi informasi di tengah masifnya arus informasi digital saat ini.

Mendorong Kemampuan Cek Fakta di Lingkungan Sekolah

Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Marulina Dewi, menjelaskan bahwa ajang ini tidak hanya bertujuan memilih figur Duta Antihoaks, melainkan juga membangun kapasitas analitis anak muda dalam menyaring informasi secara mandiri.

"Seminar dan seleksi ini diselenggarakan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui kegiatan ini, kita ingin meningkatkan kapasitas anak muda di Jakarta agar memiliki kemampuan cek fakta atas informasi yang beredar masif," terang Marulina.

Dari 89 peserta, sebanyak 50 peserta terbaik akan disaring melalui serangkaian tes tertulis dan pelatihan. Pada bulan Oktober mendatang, Pemprov DKI Jakarta akan menetapkan satu pasangan siswa-siswi terbaik sebagai Duta Antihoaks Jakarta 2026.

Sementara itu, 48 peserta lainnya tetap memegang peran penting sebagai agen perubahan yang bertugas membagikan pemahaman literasi digital serta pencegahan hoaks kepada teman sebaya di sekolah, lingkungan masyarakat, maupun media sosial.

Saring Sebelum Sharing di Lingkungan Pendidikan

Pemprov DKI Jakarta mengimbau seluruh peserta didik untuk membiasakan sikap mengobservasi dan memverifikasi kebenaran setiap informasi sebelum membagikannya. Untuk mendukung hal tersebut, para siswa dapat memanfaatkan platform rujukan resmi seperti Jala Hoaks, kanal cek fakta milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta platform independen terpercaya lainnya.

Kebanggaan dan Motivasi bagi Peserta Didik

Keikutsertaan para pelajar dalam ajang ini menyalakan semangat positif bagi komunitas sekolah. Salah satu peserta yang lolos seleksi, Anindita Dwi Erlinda, siswi kelas XI SMAN 86 Jakarta, mengungkapkan rasa bangganya dapat membawa nama sekolah dan berkontribusi bagi sesama siswa.

"Saya sangat bersyukur bisa terpilih mengikuti seleksi ini dan mendapatkan pengalaman serta pengetahuan seputar cara mencegah hoaks. Saya siap menjadi agen perubahan untuk menangkal informasi hoaks, khususnya bagi lingkungan sekitar dan teman-teman di sekolah," ungkap Anindita.

Dikutip dan disesuaikan dari Berita Jakarta