Logo Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta

Efisiensi Link and Match Lulusan SMK dengan DUDI melalui BIM

Isi Berita

Mendekatkan Lulusan SMK dengan DUDI melalui Building Information Modelling (BIM) dengan software Archicad sebagai salah satu tereliasisainya “link and match”

Saat ini perkembangan software untuk bidang Teknik Sipil atau lebih dikenal Teknik Bangunan, mengalami banyak kemajuan. Di Dunia Pendidikan sepertinya sudah agak tertinggal, jika kita tidak mengikutinya.

Salah satu software Teknik Sipil, yang digunakan pada Dunia Usaha dan Industri saat ini adalah BIM (Building Information Modelling).

BIM merupakan metode pendekatan baru dalam desain dan dokumentasi sebuah proyek. Metode ini menggunakan basis informasi dan teknologi modeling yang memungkinkan automasi produksi gambar, analisis desain, simulasi, schedule, perhitungan volume, RAB. Terlebih lagi BIM mampu menstimulasi tim desainer untuk fokus pada proses desain dan pengambilan keputusan.

Informasi dalam model 3D berupa database yang dapat dimanfaatkan oleh semua stakeholders yang berkaitan dari fase perancangan, pembangunan sampai dengan operasional gedung.

Apakah BIM itu?

Gambar 1: fungsi software BIM dalam pekerjaan bidang Teknik Sipil

(diambil dari: https://www.bimcad.id/2018/08/apakah-bim-itu_15.html)

Pada tulisan ini, penulis mencoba menyampaikan penerapan software berbasis BIM, dalam hal ini adalah ArchiCAD. Dimana software ini sudah diterapkan di beberapa sekolah (SMK) di Jakarta.

ArchiCAD adalah sebuah BIM CAD arsitektur perangkat lunak untuk Macintosh dan Windows dikembangkan oleh perusahaan Hongaria Graphisoft. Pembangunan dimulai pada tahun 1982 untuk Macintosh Apple asli. ArchiCAD diakui sebagai produk CAD pertama pada komputer pribadi mampu menciptakan baik 2D dan 3D gambar. Dalam debutnya pada tahun 1987 ArchiCAD juga menjadi implementasi pertama BIM bawah Graphisoft’s konsep Bangunan Virtual. Saat tulisan ini disusun, software ArchCAD yang terbaru adalah versi 25.

ArchiCAD saat ini banyak diterapkan pada perusahaan perusahaan konstruksi (kontraktor/konsultan), terutama untuk pembangunan gedung-gedung yang saat ini sedang dilaksanakan di Indonesia.

Software BIM dapat menjawab kelemahan dari sistem konvensional yang dilaksanakan dalam sebuah proyek Teknik Sipil. BIM dapat memenuhi seluruh permintaan terkait dokumentasi dalam sebuah proyek. Baik dari perencanaan, proses konstruksi ataupun sesudah proyek tersebut selesai. Karena BIM memiliki 9 (sembilan) kategori software yaitu:

  1. BIM Modeling Software
  2. Algorithmic BIM Software
  3. BIM Analysis Software
  4. BIM Collaboration Software
  5. BIM Validation Software
  6. BIM Content Management Software
  7. Preconstruction BIM Software
  8. Construction BIM Software
  9. Facilities Management BIM Software

Seluruh katagori ini sudah bisa menjawab semua hal yang tidak bisa dilakukan software atau pengerjaan proyek secara konvensional. Dan tentunya hal ini akan jauh memangkas biaya total sebuah proyek, bahkan dalam sebuah jurnal ada yang menyampaikan efisiensi waktu yang dibutuhkan untuk perencanaan dengan menggunakan BIM 50% lebih cepat penggunaan metode BIM dibandingkan dengan metode konvensional untuk perencanaan proyek adalah sebesar 26,66% meminimalisir kebutuhan sumber daya manusia sebesar 26,66%, dan menghemat pengeluaran biaya sebesar 52,25%. (JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL, Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016, detail jurnal tertera di daftar pustaka).

Gambar 2: contoh detail model dengan BIM dan realita sebuah di lapangan

(diambil dari: MODUL TM.1 Pengantar BIM oleh SHIDDIQ WANGSAPUTRA )

Oleh karena itu sudah selayaknya kita mendekatkan anak-anak kita, peserta didik di SMK untuk bisa mengenal, mengoperasikan software ArchiCAD dengan optimal. Sehingga hal ini semakin mendekatkan mereka pada dunia kerja, atau jika mereka melanjutkan kuliah, mereka sudah familiar dengan software modern yang akan langsung dapat mereka terapkan jika mereka concern pada bidang teknologi informasi Teknik Sipil.

foto pelatihan archicad

Gambar 2: Pelatihan software ArchiCAD untuk peserta didik di sebuah SMK

(diambil dari: dokumen pribadi)

Hal inilah yang merupakan salah satu hal yang akan membuat link and match menjadi terwujud dengan lebih efisien, bagaimana pendidikan kita bisa mengakomodasi kebutuhan pasar industri sekarang. Tentunya hal ini harus semakin digalakkan dan mendapatkan dukungan penuh dari seluruh elemen terkait.

contoh tampilan software archicad

Gambar 2: contoh tampilan software aplikasi ArchiCAD

(diambil dari: dokumen pribadi)

Gambar 2: contoh tampilan hasil gambar dari software aplikasi ArchiCAD

(diambil dari: dokumen pribadi)

Dengan semakin efesiensinya link and match dari dunia pendidikan ke dunia usaha dan industri tentunya akan semakin memajukan pendidikan di Indonesia, yang selanjutnya kemajuan dan cita-cita bangsa ini akan semakin mudah terwujud.

Daftar pustaka:

  1. Modul Pengantar BIM, SHIDDIQ WANGSAPUTRA, CEO SKALA ACADEMY, dan founder/anggota beberapa organisasi BIM di Indonesia
  2. https://www.bimcad.id/2018/08/apakah-bim-itu_15.html
  3. JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL, Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016,"PERBANDINGAN EFISIENSI WAKTU, BIAYA, DAN SUMBER DAYA MANUSIA ANTARA METODE BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) DAN KONVENSIONAL (STUDI KASUS: PERENCANAAN GEDUNG 20 LANTAI)", oleh: Cinthia Ayu Berlian P., Randy Putranto Adhi, Arif Hidayat *), Hari Nugroho *), Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, 2016.

Ditulis oleh: Lukito Gunawan (Guru, di SMKN 1 Jakarta)

Berita Terpopuler

Lihat Semua