Isi Berita
Jakarta, 29 Oktober 2026 – Sebanyak 120 pelajar SMA dan SMK dari 15 sekolah di Jakarta menyampaikan aspirasi dan gagasan terkait persoalan lingkungan kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melalui kegiatan Kawula17 Goes to School di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyuarakan pandangan sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam kebijakan lingkungan dan pembangunan Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar membahas tiga isu utama, yaitu pelibatan anak muda dalam kebijakan iklim, solusi terhadap persoalan lingkungan dan tata kota, serta pentingnya kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Berbagai aspirasi tersebut dirumuskan melalui diskusi bersama sejumlah organisasi, yakni Satya Bumi, Lapor Iklim, dan Trend Asia.
Pembahasan yang berlangsung mengangkat berbagai persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti polusi udara, pencemaran air, hingga transisi energi berkeadilan. Para peserta juga diajak memahami hubungan antara permasalahan lingkungan di Jakarta dengan kebijakan pemerintah dan aktivitas industri.
Salah satu peserta, Pavita, pelajar kelas 10 dari Jakarta Selatan, menyampaikan pandangannya mengenai penggunaan energi di Jakarta yang masih bergantung pada sumber energi dari luar daerah. Ia menilai pemerintah perlu mengalihkan dukungan subsidi energi fosil ke sumber energi berkelanjutan, seperti panel surya.
“Jika dilihat, Jakarta menggunakan energi dalam jumlah besar, tetapi sumber energinya berasal dari pulau-pulau di luar Jakarta yang justru menimbulkan kerusakan,” ujarnya.
Selain itu, persoalan pencemaran air juga menjadi perhatian peserta. Yosua Rimora Alexander, pelajar kelas 11 dari Jakarta Utara, menyoroti kondisi kali di sekitar tempat tinggalnya yang dipenuhi sampah dan menimbulkan bau tidak sedap. Menurutnya, persoalan lingkungan masih belum tertangani secara merata di berbagai wilayah Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut menanggapi aspirasi yang disampaikan para pelajar. Ia menilai pandangan kritis generasi muda penting untuk diperhatikan karena berkaitan langsung dengan kondisi lingkungan dan masa depan Jakarta.
“Aspirasi yang kalian sampaikan merupakan bagian dari masa depan kalian, mulai dari persoalan udara, polusi, air, hingga ruang terbuka hijau,” ujar Pramono.
Melalui kampanye #YouthClimateAction, Kawula17 Goes to School memberikan kesempatan kepada pelajar untuk memahami persoalan lingkungan, mengembangkan pemikiran kritis, serta mengenal berbagai saluran untuk menyampaikan aspirasi. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran dalam menyuarakan persoalan publik dan turut mendorong perubahan kebijakan yang lebih berpihak pada lingkungan.