Isi Berita
JAKARTA- Berdasarkan data, hampir 94 persen produk alat kesehatan merupakan barang impor. Artinya, produksi dalam negeri baru berkisar 6 persen itu juga masih berskala sederhana. Padahal, kebutuhan alat kesehatan seperti implan dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan terus mengalami peningkatan.
Untuk itu, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) melalui insentif inovasi industri mendanai pembuatan tiga jenis implan tulang yang menghasilkan 500 keping prototipe implan. Dalam pengembangannya, inovasi implan ini dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Pusat Teknologi Material bekerja sama dengan PT Zenith Allmart Precisindo dan RSU Dr Soetomo dengan pemaduan dan pemurnian bahan baku lokal serta menggunakan bahan baku hasil industri smelter dalam negeri.