28,15,0,50,1
25,600,60,1,5000,1000,50,2000
90,300,1,50,12,25,50,1,70,12,1,50,1,1,1,5000
0,1,0,0,1,30,10,5,0,0,0,10,0,1
Heading3
Heading3
Jakarta Tanggap Covid
Jakarta Tanggap Covid
Pembelajaran Home Learning
Pembelajaran Home Learning

Sosial Media Disdik

Call Center PPDB

callcenter

 

layanan

LINK TERKAIT

beasiswajakarta

bse logokartujakartapintarNPSN

rumah belajar

Buku Saku Digital

LAYANAN ONLINE

ONE CLICK SERVICES

 

revitalisasi smk

Hallo #sahabatdisdik,


Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dalam rangka mewujudkan pendidikan tutas dan berkualitas untuk semua pada tahuh 2020 menyelenggarai Uji Sertifikasi Kompetensi Siswa melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang terlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diikuti oleh 58.514 peserta didik SMK di DKI Jakarta

bludismk

Peningkatan kompetensi peserta didik SMK melalui kegiatan unit Produksi/Teaching Factory sebagai implementasi pembelajaran kejuruan berbasis produksi (production based training) telah diwadahi dengan diterapkannya Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) pada SMK. Melalui PPK-BLUD produk-produk inovasi SMK dapat dipasarkan secara umum karena memenuhi standar industri.

Tahun 2020 Pemprov DKI Jakarta mempunyai 9 SMK Negeri lulus PPK BLUD, yaitu SMKN 13, 20, 24, 26, 27, 36, 51, 57, 63.
Pembentukan BLUD diharapkan dapat meningkatkan kompetensi peserta didik memasuki Dunia Kerja.

Pada tahun 2020 Kelas Industri sudah menghasilkan 925 lulusan yang langsung direkrut oleh DUDI (Dunia Usaha) dari 45 Perusahaan, dengan mencakup 23 SMK Negari dan 2 SMK Swasta.

Tahun 2019 sampai 2020 Kami melakukan kerjasama dengan lembaga Internasional dalam bentuk pelatihan Guru di 50 SMK Negeri oleh 59 Expert Jerman yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.

#disdikdki #smkbisa

Drive Untuk Materi Tutorial akun GSE

drivegoogle

Radio Disdik

logoradio

 

 

KALENDER

Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

KUTIPAN HARI INI

“Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.” Seto Mulyadi

STATISTIK WEB

10278653
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan Lalu
Total Kunjungan
1960
9817
19701
407072
10278653
2020-07-07 03:48