Sosial Media Disdik

Call Center PPDB

callcenter

 

layanan

LINK TERKAIT

beasiswajakarta

bse logokartujakartapintarNPSN

rumah belajar

Buku Saku Digital

LAYANAN ONLINE

ONE CLICK SERVICES

Penyerahan Sertifikat Pendidik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kepada peserta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahap II dan III Tahun 2019

Senin, 10 February 2020 11:34 Written by  font size decrease font size decrease font size increase font size increase font size

unnamed

Disdikdki - Dinas Pendidikan Prov. DKI Jakarta mengadakan acara Penyerahan Sertifikat Pendidik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kepada peserta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahap II dan III Tahun 2019, di Auditorium Ki Hajar Dewantara Lantai 5 Dinas Pendidikan Prov. DKI Jakarta, pada Jumat, 7 Februari 2020.

Semua guru harus memiliki sertifikat Pendidik, dikarenakan guru adalah jabatan professional maka hal tersebut perlu dibuktikan dengan memiliki sertifikat pendidik ini. Beliau berharap para guru dalam jabatan Tahap II dan III yang sudah berhasil lulus dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG)  dapat melaksanakan tugasnya menjadi lebih profesional dari sebelumnya dan ia menghimbau bagi yang belum lulus diharapkan untuk terus mengikuti tes PPG hingga lulus di tahap selanjutnya sehingga semua guru dapat memiliki Sertifikat pendidik ini. Lebih lanjut ia mengatakan, PPG dapat berdampak pada peningkatan kompetensi dan kinerja guru. Salah satu indikatornya adalah mutu dan hasil proses belajar peserta didik dan ini sangat penting bagi peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia, ungkap Direktorat Jenderal GTK, Ibu Santi.

Read 538 times
Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Drive Untuk Materi Tutorial akun GSE

drivegoogle

Radio Disdik

logoradio

 

 

KALENDER

Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

KUTIPAN HARI INI

“Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.” Seto Mulyadi

STATISTIK WEB

10278347
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan Lalu
Total Kunjungan
1654
9817
19395
407072
10278347
2020-07-07 03:03