Rabu, 23 October 2019

header

CALL CENTER
DISDIK PROVINSI DKI JAKARTA

021-39504052

Layanan hari kerja
Hari Senin-Jum'at, 08:00 s.d 16:00 WIB
(Khusus melayani Via Telepon)

Radio Streaming

logoradio

 

 

requstlagu


suaraedukasi

KALENDER PENDIDIKAN

Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

Selain Juara 1 yang diraih Tim Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda), Juara II juga berhasil didapat DKI Jakarta melalui Tim Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP). Sementara, untuk Juara 3 berhasil diraih Bangkok, dan Seoul menjadi Juara 4.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Ratiyono mengatakan, Jakarta Badminton Sister City memberikan banyak dampak positif karena telah dipersiapkan dengan baik. Terlebih, kegiatan tersebut dapat digunakan untuk mengukur kemampuan atlet-atlet dari negara lain.

"Ini bisa menjadi awal untuk mengetahui kemampuan atlet bulu tangkis dunia, terutama dari Beijing dan Seoul. Kita patut bersyukur memiliki banyak kerja sama Sister City," ujarnya, Senin (26/11).

Sementara, Kepala Bidang Olahraga Prestasi Dispora DKI Jakarta, Ondang Gupron menambahkan, kompetisi Jakarta Badminton Sister City 2018 berlangsung dengan sistem beregu yang terdiri dari ganda campuran, tunggal putri, tunggal putra, ganda putra, dan ganda putri.

"Pada babak semi final, tim Pelatda DKI berhasil menumbangkan Bangkok, dan Tim PPOP DKI mengalahkan Seoul. Kemudian, pada partai puncak Tim Pelatda DKI berhasil mengalahkan Tim PPOP," terangnya.

Gupron menambahkan, untuk Juara 1 berhak atas hadiah senilai Rp 25 juta, Juara 2 Rp 15 juta, dan Juara 3 Rp 10 juta. Kompetisi yang berlangsung 19-22 November tersebut diikuti oleh 80 atlet junior, termasuk dari Beijing, Bangkok, dan Seoul.

"Ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga menjadi bagian dari pembinaan atlet-atlet muda," tandasnya. (sumber : http://www.beritajakarta.id/read/64012/dki-juara-jakarta-badminton-sister-city-2018#.W_yk8dszZqM)

Hari ini dalam sejarah

42 SM - Peperangan saudara Romawi: Pertempuran Filipi Kedua - Markus Antonius dan Augustus dengan telak mengalahkan tentara Brutus. Brutus melakukan bunuh diri.

1771 - Pontianak didirikan oleh Syarif Alkadrie di Kalimantan. 1856 - Layanan telekomunikasi pertama di Hindia Belanda mulai beroperasi di Batavia.

1941 - Perang Dunia II: Georgy Zhukov mengambil alih kepemimpinan Pasukan Merah untuk menahan masuknya pasukan Jerman ke Rusia.

1946 - Pertemuan Majelis Umum PBB yang pertama di New York.

1956 - Rakyat Hongaria berdemonstrasi memprotes pengaruh Soviet dan penjajahan terhadap negara mereka.

1973 - Gencatan senjata yang diprakarsai PBB mengakhiri Perang Yom Kippur secara resmi.

2002 - Krisis penyanderaan teater Moskwa: Pemberontak Chechnya merebut sebuah teater di Moskwa dan menyandera 850 orang.

Link Terkait

bawah