Detail Berita

Blog Image

Intip Keseruan Gebyar EcoSmart JT I Yuk

JAKARTA, 14 Agustus 2026 – Pendidikan karakter yang kuat tidak selalu lahir dari balik meja kelas. Kadang, pelajaran paling berharga justru dimulai dari tempat sampah di sudut sekolah. Semangat inilah yang diusung oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta melalui ajang Gebyar Ecosmart. Bukan sekadar perayaan seremonial biasa, ini adalah gerakan nyata untuk mengubah cara generasi muda memandang dan memperlakukan sampah di sekitarnya.


Gebyar Ecosmart membawa angin segar dengan mengubah sekolah menjadi ruang inovasi tanpa batas. Melalui program ini, para siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) beserta guru berkolaborasi memilah dan mengolah limbah dari sumbernya. Sampah organik maupun anorganik yang biasanya hanya berujung di tempat pembuangan akhir, kini sukses disulap menjadi ragam karya seni bernilai ekonomis. Hebatnya lagi, para pelajar cilik ini juga mampu menciptakan produk inovatif seperti pupuk kompos yang sangat mendukung tren urban farming atau pertanian perkotaan di ibu kota.


Langkah inovatif ini sekaligus menjadi panggung utama bagi Disdik DKI Jakarta untuk menggemakan kampanye JOSS (Jaga dan Olah Sampah Sekolah!). Gerakan JOSS hadir sebagai seruan tegas bahwa inilah saatnya membangun kebiasaan baik dalam menjaga kebersihan, yang harus dimulai langsung dari lingkungan sekolah. JOSS tidak dirancang untuk sekadar menjadi slogan, melainkan habituasi nyata dan gaya hidup yang dipraktikkan oleh seluruh warga sekolah setiap harinya.


Sebagai bukti keberhasilan dari edukasi berkelanjutan ini, ratusan mahakarya olahan sampah dipamerkan dengan bangga dalam acara puncak di Kantor Walikota Jakarta Timur, Kamis (13/8/2026). Karya-karya membanggakan ini merupakan hasil kreativitas para pelajar dari lima kecamatan, yakni Cakung, Duren Sawit, Jatinegara, Pulogadung, dan Matraman.


Dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, Gebyar Ecosmart membuktikan bahwa edukasi lingkungan terbaik adalah dengan membiarkan anak-anak langsung memilah dan mengolahnya. Ke depannya, semangat cinta bumi lewat gerakan JOSS ini diharapkan bisa terus menular dan menjadi standar baru bagi ekosistem pendidikan di seluruh sekolah Jakarta.