Detail Berita

Blog Image

P4 Jakarta Barat Gelar Tujuh Pelatihan Kompetensi, 230 Pendidik dan Kepala Satuan Pendidikan Ikuti Pelatihan Daring

Jakarta Barat, 31 Agustus 2026 — Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan (P4) Kota Administrasi Jakarta Barat kembali menyelenggarakan rangkaian peningkatan kompetensi bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan kejuruan. Sebanyak 230 peserta mengikuti tujuh program pelatihan yang dilaksanakan secara daring selama lima hari, mulai 31 Agustus hingga 4 September 2026.

Kegiatan yang merupakan periode keduabelas pelatihan daring P4 Jakarta Barat pada tahun 2026 tersebut mencakup berbagai bidang kompetensi, mulai dari parenting, pendidikan inklusi, digitalisasi sekolah, multimedia pembelajaran, manajemen sekolah, hingga kompetensi teknis bidang akuntansi dan keuangan lembaga.

Tujuh pelatihan yang dilaksanakan meliputi Pelatihan/Peningkatan Kompetensi Parenting bagi Pendidik Jenjang PAUD, Pendidikan Inklusi Tingkat Mahir bagi Pendidik Jenjang SD, Program Digitalisasi Sekolah bagi Pendidik Jenjang SMP, Multimedia Pembelajaran bagi Pendidik Jenjang SMP, Manajemen Sekolah bagi Kepala Satuan Pendidikan Jenjang PAUD, Manajemen Sekolah bagi Kepala/Wakil Satuan Pendidikan Jenjang SMP, serta Peningkatan Kompetensi Teknis Pendidik SMK Bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga (Accurate).

Dari keseluruhan program tersebut, pelatihan pendidikan inklusi tingkat mahir bagi pendidik SD menjadi program dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu 60 peserta yang terbagi dalam dua kelas. Sementara enam program lainnya masing-masing diikuti 20 hingga 30 peserta. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dalam delapan kelas.

Menjawab Tantangan Pendidikan di Jakarta

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Bapak Agus Ramdani, Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan (P4) Kota Administrasi Jakarta Barat, menyampaikan bahwa tantangan pendidikan di Jakarta saat ini semakin kompleks. Pendidik tidak hanya dituntut untuk memenuhi target pembelajaran, tetapi juga menghadapi beragam persoalan yang muncul dalam keseharian di lingkungan sekolah.

Mulai dari distraksi digital dan penggunaan gawai, tantangan komunikasi dengan orang tua, kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus, hingga tuntutan tata kelola satuan pendidikan yang semakin akuntabel. Sementara itu, pendidikan vokasi juga perlu terus menyesuaikan kompetensi peserta didik dengan perkembangan dunia industri.

Bapak Agus Ramdani menegaskan bahwa rangkaian pelatihan yang diselenggarakan P4 Jakarta Barat bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya untuk mempersiapkan pendidik dan tenaga kependidikan menghadapi perubahan dan kompleksitas dunia pendidikan.

“Hari ini, di tengah riuh rendah kota metropolitan ini, kitalah jangkar penuntun itu, dan tanggung jawab besar tersebut menuntut kita untuk tidak pernah berhenti belajar sebelum mengajar,” ujar Bapak Agus Ramdani.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa peningkatan kompetensi bukan hanya tentang menambah pengetahuan, tetapi juga tentang kesiapan pendidik untuk terus belajar, beradaptasi, dan menghadirkan perubahan nyata di ruang-ruang pembelajaran.

Melalui rangkaian pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan dan keterampilan baru, tetapi juga dapat saling berbagi pengalaman serta membawa praktik baik yang diperoleh selama pelatihan untuk diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.

Dengan semangat tersebut, P4 Jakarta Barat terus mendorong pengembangan kompetensi sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan di Jakarta, karena pendidikan yang terus bergerak maju membutuhkan pendidik yang juga tidak pernah berhenti belajar.