Pelajar Jakarta Maknai Kemerdekaan Lewat Aksi Olah Sampah
JAKARTA, 24 Agustus 2026 – Dalam rangka memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan komunitas Guru Literasi Jakarta (GliterJak) menyelenggarakan acara Gebyar Merdeka pada Rabu (19/8/2026). Acara ini menjadi puncak rangkaian program inovatif yang secara utuh menggabungkan peningkatan literasi, kreativitas siswa, serta kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang lahir langsung dari komunitas guru tersebut. "Kami sangat mendukung kreativitas yang tumbuh dari bawah (bottom-up). Kami mengharapkan kegiatan ini tidak sekadar template atau instruksi seremonial dari atas, melainkan murni dari ide komunitas guru yang kemudian kami dukung penuh," ujar Nahdiana.
Ia juga menekankan bahwa esensi utama dari acara ini adalah dampak yang berkelanjutan. "Yang paling penting adalah kegiatan ini tidak berhenti pada perayaan semata. Melalui literasi, anak-anak harus diajarkan berpikir kritis dan mampu mencari solusi atas permasalahan di lingkungannya. Tentu saja, hal ini membutuhkan orkestrasi dan kolaborasi nyata dari seluruh elemen, baik sekolah, keluarga, maupun masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Ketua GliterJak, Sri Kustiah, memaparkan bahwa Gebyar Merdeka dirancang khusus untuk memperluas makna literasi. Literasi masa kini tidak lagi hanya terbatas pada kemampuan dasar baca-tulis, melainkan telah melingkupi kecakapan komunikasi, berpikir kreatif, berkarya, hingga memecahkan masalah. Guna mengakomodasi hal tersebut, beragam perlombaan digelar dengan menyesuaikan tingkat kemampuan tiap jenjang pendidikan. Para siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) unjuk kreativitas dalam lomba konten kreator, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) bersaing dalam kompetisi Junior English Presentation, sedangkan para pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) menunjukkan keahliannya melalui lomba robotika.
Selain berfokus pada kompetisi, kegiatan ini juga mengangkat tema "Jaga Sekolah Bersih, Pilah dan Olah Sampah dari Sumbernya" sebagai wujud dukungan nyata sekolah-sekolah di Jakarta terhadap Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 terkait pengolahan sampah. Edukasi lingkungan ini direalisasikan melalui sebuah dialog interaktif yang mengajak guru, siswa, serta seluruh warga sekolah untuk memahami pentingnya memilah dan mengolah sampah mulai dari sumbernya.
Pemahaman ini semakin diperkuat dengan adanya pameran karya siswa yang berhasil menyulap limbah barang bekas menjadi berbagai produk bernilai seni dan fungsional.
Sebagai langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan program, acara puncak ini juga ditandai dengan pengukuhan pengurus GliterJak di tingkat Suku Dinas Pendidikan (Sudin) se-DKI Jakarta. Pengukuhan ini diharapkan mampu memperkuat jaringan komunitas guru literasi sehingga dapat menghadirkan kegiatan yang terus berdampak bagi peserta didik di seluruh wilayah ibu kota.
Ke depannya, pendidikan di Jakarta akan terus didorong menuju pendekatan yang holistik dan integratif. "Peserta didik tidak hanya dibekali pengetahuan dan kesiapan mental untuk bersaing di tengah dinamika global city, tetapi juga harus memegang teguh etika kebangsaan dan jati diri bangsa yang berlandaskan ideologi Pancasila," pungkas Nahdiana.
Pilah, olah, berkarya!


