Town Hall Guru ASN 2026 Langkah Disdik DKI Menguatkan Kompetensi Guru
JAKARTA, 9 September 2026 – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan "Town Hall Guru ASN DKI Jakarta Tahun 2026" di Aula Ki Hajar Dewantara, Selasa (8/9). Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam pelaksanaan pemetaan (profiling) potensi dan kompetensi terhadap 815 Aparatur Sipil Negara (ASN) guru di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, hadir langsung memberikan arahan sekaligus menyoroti urgensi pemetaan ini untuk menjawab tantangan pendidikan di Ibu Kota.
Langkah profiling terhadap 815 pendidik ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan profesionalisme ASN. Secara nasional, inisiatif ini selaras dengan target BKN untuk memetakan 600 ribu ASN di seluruh Indonesia guna mewujudkan tata kelola birokrasi yang lebih adaptif dan kompeten. Khusus untuk DKI Jakarta, Prof. Zudan menitipkan satu urgensi mendasar yang harus diselesaikan bersama, yakni menuntaskan angka anak tidak sekolah. “Saya titip ibu bapak untuk bersama-sama menghilangkan anak tidak sekolah di wilayah Provinsi Jakarta. Ini tugas kita semuanya,” tegas Prof. Zudan. Menurutnya, tugas pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan memastikan tidak ada satupun anak Jakarta yang tertinggal dari akses pendidikan.
Dalam arahannya, Prof. Zudan juga menegaskan kembali kemuliaan profesi guru. Di tengah masifnya perkembangan teknologi, peran guru tidak tergantikan dalam hal menanamkan karakter, etika, serta sikap hormat kepada orang tua dan lingkungan. Profesi ini menuntut integritas dan keteladanan yang tinggi agar kualitas layanan pendidikan kepada masyarakat terus terjaga.
Ke depannya, data dari pemetaan BKN ini akan diintegrasikan langsung oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai landasan utama dalam Sistem Manajemen Talenta ASN. Hasil profiling akan menjadi data berbasis bukti (evidence-based) untuk menentukan arah kebijakan pengembangan kompetensi dan kapasitas guru. Dengan data yang akurat, Disdik DKI Jakarta dapat merancang program pelatihan, penempatan, serta promosi yang sesuai dengan kompetensi manajerial maupun sosiokultural masing-masing pendidik. Muara dari seluruh kebijakan ini adalah menghadirkan tenaga pendidik berkapasitas tinggi untuk menjamin kualitas pendidikan dan masa depan generasi muda Jakarta yang lebih baik.


