Detail Berita

Blog Image

Urban Talks Memaknai Kota yang Berbudi Pekerti

JAKARTA, 7 Juni 2026 – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, memaparkan berbagai strategi strategis dalam menyiapkan generasi masa depan pada ajang Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Taman Ismail Marzuki. Mengusung tema "Navigating Resilience", Disdik DKI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, melainkan fokus pada pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi tantangan kota global.  


Di tengah akselerasi Jakarta menuju Top 20 Global City, paradigma pendidikan kini ditransformasikan dari pembelajaran kelas konvensional menuju City-Based Learning, di mana seluruh sudut kota Jakarta menjadi laboratorium hidupnya. Nahdiana menjelaskan ada tiga pilar utama yang disiapkan untuk membekali para siswa, yaitu kemampuan masa depan (digital dan berpikir kritis), etika di ruang publik, serta tanggung jawab sosial.  


Jaminan Akses Lewat "Langkah Pasti Anak Jakarta"

Disdik DKI Jakarta terus memperkuat komitmen pemerataan kualitas pendidikan melalui program unggulan (quick wins) bertajuk "Langkah Pasti Anak Jakarta". Program ini mendampingi setiap anak agar mendapatkan hak belajar yang bermutu tanpa tertinggal.  


Menurut Nahdiana, jaminan pembiayaan ini diperkokoh melalui pemanfaatan bantuan sosial pendidikan yang tepat sasaran:  

  • KJP Plus yang kini telah menjangkau 707.477 peserta didik.  

  • KJMU yang mendukung 15.825 mahasiswa. Saat ini, jangkauan KJMU tengah diperluas secara inklusif ke perguruan tinggi swasta terakreditasi minimal C, serta dikaji untuk mendukung pendanaan hingga jenjang S2 dan S3.  


Transformasi Vokasi dan Jalur BMW (Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha)

Pada jenjang pendidikan vokasi, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jakarta diubah menjadi ekosistem yang dinamis dan adaptif terhadap disrupsi teknologi, otomatisasi, hingga kecerdasan buatan (AI).  


Hingga kini, Disdik DKI telah bekerja sama dengan 254 mitra industri dan menandatangani 311 MoU guna menyelaraskan kurikulum kelas industri, pemagangan guru, hingga sertifikasi kompetensi. Melalui optimalisasi teaching factory, Nahdiana menambahkan bahwa lulusan SMK dipersiapkan matang lewat Jalur BMW: siap bekerja di industri terkemuka, melanjutkan kuliah dengan bekal praktis, ataupun mandiri membangun usaha mikro-kreatif.  


Intervensi Krusial: Bijak Bergawai hingga Kepedulian Lingkungan

Untuk membentuk kota yang berbudi pekerti, Nahdiana menegaskan tiga intervensi penting yang diterapkan di lingkungan sekolah:  

1. Kebijakan Bijak Bergawai: Melalui SE Kepala Dinas Pendidikan No. e-0001/SE/2026 tentang Pemanfaatan Gawai secara Bijak, sekolah membatasi penggunaan gawai untuk meningkatkan literasi, menjaga keamanan, memulihkan nalar kritis, serta mengembalikan interaksi sosial yang sehat.  

2. Ruang Seni Siswa (RSS): Mengubah fasilitas publik menjadi panggung ekspresi bakat seni tradisional maupun modern bagi pelajar secara rutin setiap bulan.  

3. Urban Sustainability Education: Gerakan lingkungan hidup yang masif meliputi kegiatan Urban Farming (pertanian perkotaan) yang dikombinasikan dengan Anjangsana Sekolah untuk membagikan hasil panen ke warga sekitar, pramuka perkotaan (Urban Scouting), hingga gerakan pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna seperti paving block dan sabun cuci.  


"Pendidikan yang baik bukan hanya tentang apa yang dipelajari di dalam kelas, melainkan bagaimana anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berdaya," ujar Nahdiana. 


Keberhasilan ini membutuhkan harmonisasi Catur Pendidikan, yaitu kerja sama erat antara pihak rumah, sekolah, masyarakat, dan media, demi mewujudkan generasi Jakarta yang cakap, tangguh, dan berakhlak mulia.